Eksistensi Kita di Dunia Maya

Sebagai pengguna Internet berat, saya memiliki blog dan mengikuti banyak situs social media seperti Facebook, Koprol, Twitter, Foursquare, dan forum Kaskus. Mayoritas account saya di sana bersifat ‘private‘. Toh pengaturan ‘private‘ tersebut pada hakikatnya tidak mutlak private. Kenapa? Karena teman teman kita yang terhubung dengan kita dapat melihat apapun yang kita bagi dan tulis seperti tulisan, foto dan celoteh curhat sana sini di berbagai situs social media tersebut. Lebih-lebih jika account kita masih ‘public‘ dan lupa diatur ke ‘private‘. Hampir semuanya langsung dapat diindeks oleh Google.

Tadi sewaktu buka twitter, pas sekali pak Nukman sedang ber’kicau’. Kicauan beliau menurut saya sangat bermanfaat. Sayang sekali jika informasi ini tidak disebarluaskan. Mudah-mudahan kita bisa lebih berhati-hati dalam bertingkah laku di dunia maya karena adanya makhluk yang bernama Google. Berikut copy-paste nya:

  1. Ada pertanyaan menarik ke saya “Bagaimana caranya agar nama kita tidak tercatat di #Google dan mesin pencari lain?”
  2. Alasannya: privacy. Mungkin terdengar aneh di era Internet, terutama socmed #google
  3. Untuk menjawab itu, kita mesti memahami karakter #Google terlebih dulu
  4. #Google itu spt malaikat. Tugasnya hanya mencatat “amal baik dan buruk” siapapun di web
  5. #Google bergerak spt laba2. Setiap ada getaran sebuah web (link, tautan) akan ia makan dan catat
  6. Getaran web itu bisa terjadi krn web baru ditautkan ke web lama, makin banyak tertaut ke web lama makin besar getarannya dirasa #Google
  7. #Google paling doyan dgn teks dan gambar, serta kurang doyang dgn flash. Itu sebabnya pencarian Google melibatkan 2 “mahluk web” itu
  8. Sekali ada halaman web yg memuat teks nama kita, dan tercatat #Google, tak ada cara utk menghapusnya
  9. Meski kita menghapus halaman web tadi, #Google tetap akan menyimpan salinannya di “cache” atau tembolok dan bisa di-search
  10. Jadi, cara termudah utk tdk dicatat #Google adalah: tidak usah eksis di Web sama sekali. Tapi itu pun tidak dijamin. Knp?
  11. Meski tdk eksis di web, nama kita bisa berserakan di #Google krn orang lain menuliskannya, baik versi negatif atau positif
  12. Kalau banyak yg menulis ttg kita dgn versi + dan dicatat #Googke, beruntunglah kita. Kalau sebaliknya, CELAKA
  13. Keseimbangan amal baik dan buruk kita tercermin dari hasil search di #Google dan mesin pencari lain
  14. Daripada tdk eksis di Internet dgn risiko amal kita ditulis orang lain, lebih baik kita eksis dgn segala risikonya #Google

Ternyata, blogger Riyogarta langsung menanggapi sekaligus meralat poin nomor 8 dan 9. Sebenarnya Google mengizinkan kita menghapus Web Cache halaman web yang sudah tidak eksis lagi. Walau begitu kita harus tetap berhati-hati. Narsis dan eksis itu asyik tapi harus tetap tahu diri mana yang bisa dipublikasikan dan mana yang harus tetap dijaga di ranah pribadi😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s