Gunakan Produk Mozilla Berbahasa Indonesia

Pada tulisan kemarin tentang sinkronisasi jadwal di berbagai media mendapatkan tanggapan dari mas Romi Hardiyanto. Beliau rupanya sedang menerjemahkan rilis Mozilla Sunbird edisi 1.0pre ke dalam Bahasa Indonesia. Beliau meminta saya agar mencari istilah-istilah Bahasa Indonesia yang dirasa kurang pas di lidah. Dalam rangka membantu mas Romy memperbaiki kualitas terjemahan Mozilla Sunbird, kali ini saya membagi link program Mozilla Sunbird pre-rilis versi 1.0 dalam berbagai bahasa. Cari Mozilla Sunbird yang berbahasa Indonesia dan sesuaikan dengan sistem operasinya masing-masing (Microsoft Windows, GNU/Linux, dan Macintosh) kemudian sila diunduh.
Baca lebih lanjut

Iklan

Synchronize Google Calendar dengan Mozilla Sunbird dan Kalendar di Nokia E51

Bagi saya, organizer saat ini memilik peranan penting dalam membantu pekerjaan saya. Dar situ, saya bisa tahu hari istimewa keluarga, sahabat, dan relasi; jadwal rutinitas dalam seminggu; janji kopi darat; maupun daftar pekerjaan yang harus diselesaikan berikut batas akhir waktunya.

Masalah timbul ketika catatan-catatan itu berserakan di berbagai tempat. Ada yang dicatat dalam organizer sesungguhnya (buku organizer yang bisa ditenteng-tenteng dan simpan di tas) namun kadang-kadang suka lupa ketinggalan entah di mana. Lalu ketika di kantor, catatan ketemuan dengan seseorang disimpan di Google Calendar. Namun ketika saya di rumah, masalah tambah runyam. Saya memiliki sebuah PC dan sebuah notebook yang masing-masing memiliki lebih dari satu sistem operasi (Macintosh, Windows XP Home, Ubuntu Linux, dan Blankon Mouligue) membuat saya tambah pusing harus ditaruh di mana catatan penting itu. Hal ini diperburuk ketika saya jalan-jalan dan ketemu relasi atau rekanan dan membuat janji yang dicatat di Kalender HP. Kalau begitu, teknologi bukannya mempermudah tetapi malah merepotkan 😀
Baca lebih lanjut

Teknologi (Informasi) Menjadi Candu?

Dahulu, sebelum memiliki handphone, laptop, dan akses Internet unlimited, hidup terasa tenang dan nyaman. Setelah memiliki tiga hal tadi, tentu saja mengerjakan pekerjaan menjadi semakin nyaman dan fleksibel. Seiring perjalanan waktu, berbagai layanan yang disediakan di Internet semakin banyak diikuti. Layanan tersebut memang sangat menyenangkan, unik, membantu, dan memperluas wawasan. Lama-kelamaan beberapa efek samping berupa:

  • Marah-marah jika ada orang yang tidak dikehendaki mengetahui nomor handphone saya dan menelpon menawarkan kartu kredit, barang, MLM, hingga memberikan nomor rekening bank-nya untuk dimintai transfer uang dengan alasan yang ajaib.
  • Memiliki satu handphone merasa kurang karena ada kebutuhan komunikasi khusus kantor, dagang asongan, hingga untuk keluarga tercinta.
  • Senewen jika memory card handphone penuh sehingga momen yang dianggap bagus gagal diabadikan oleh kamera handphone.
  • Merasa terputus dari dunia luar jika handphone tertinggal di rumah atau ketika baterai habis dan charger juga tidak dibawa.
  • Putus asa jika laptop tertinggal di rumah.
  • Senewen jika charger baterai laptop tertinggal di rumah.
  • Merasa belum lengkap jika belum membuka Google, Gmail, Yahoogroups, Facebook, Twitter, Plurk, Detik.com, Kompas.com, dan membaca dari RSS Feed dalam sehari.
  • Senewen ketika koneksi Internet berjalan sangat lambat.
  • Sukar bekerja jika tidak memiliki koneksi Internet karena susah mendapatkan banyak referensi.
  • Merasa aneh jika tidak menyalakan komputer dalam satu hari.
  • Bingung apa yang akan dilakukan jika listrik dari PLN berhenti mengalir.

Tampaknya saya masih kurang bijaksana menggunakan teknologi… (doh) *emoticon plurk*. Bagaimana dengan Anda?